Gerakan Sehari Seribu untuk Menguatkan Kepedulian dan Solidaritas
Dalam rangka menanamkan nilai karakter dan kepedulian sosial di lingkungan sekolah, SMAN 1 Lohbener meluncurkan sebuah program unggulan yang sarat makna, yaitu Revolusi Karakter Sapoe Sarebu. Program ini menjadi salah satu ikon budaya positif di sekolah, karena tidak hanya menyentuh aspek kedisiplinan dan kebersihan, tetapi juga menghidupkan semangat gotong royong dan kepedulian antarsesama.
Makna Filosofis: Sapoe = Sehari, Sarebu = Seribu
Nama Sapoe Sarebu berasal dari kata:
-
Sapoe yang berarti sehari
-
Sarebu yang berarti seribu
Sehingga Sapoe Sarebu dimaknai sebagai gerakan menyumbang seribu rupiah setiap hari oleh seluruh warga sekolah. Konsep sederhana ini dirancang untuk menunjukkan bahwa kebaikan tidak harus besar; ketika dilakukan bersama, seribu rupiah per hari dapat menjadi sumber manfaat yang luar biasa bagi mereka yang membutuhkan.
Tujuan Mulia Gerakan Sapoe Sarebu
Program ini mengusung misi sosial dan kemanusiaan yang kuat. Dana yang terkumpul digunakan untuk:
1. Membantu Siswa yang Kurang Mampu
Siswa dari keluarga prasejahtera mendapatkan dukungan langsung untuk kebutuhan sekolah dan kehidupan sehari-hari.
2. Pembelian Sepatu Sekolah
Bagi siswa yang tidak mampu membeli sepatu layak, program ini menjadi penyelamat agar mereka tetap bisa bersekolah dengan percaya diri.
3. Pengadaan Perlengkapan Sekolah (PSAS)
Termasuk tas, seragam, dan perlengkapan lainnya agar siswa dapat belajar dengan nyaman.
4. Pembelian Buku Pelajaran
Untuk siswa yang kesulitan membeli buku penunjang pembelajaran.
5. Uang Saku bagi Siswa Sangat Tidak Mampu
Dukungan ini diberikan untuk meringankan beban ekonomi keluarga siswa dan membantu keberlangsungan aktivitas belajar mereka.
6. Menengok dan Membantu Teman yang Sakit
Program ini juga menggerakkan OSIS serta perwakilan siswa untuk menjenguk teman yang sakit dan memberikan bantuan sosial.
Implementasi Gerakan di Sekolah
Revolusi Karakter Sapoe Sarebu dilaksanakan dengan mekanisme yang sederhana namun efektif:
1. Sumbangan Sehari Seribu
Setiap siswa, guru, dan tenaga kependidikan berpartisipasi dengan memberikan Rp1.000 per hari. Dana dikumpulkan melalui perwakilan kelas atau OSIS.
2. Pengelolaan Transparan
Dana dikelola secara terbuka oleh tim khusus sekolah dan dilaporkan secara berkala untuk menjaga kepercayaan dan akuntabilitas.
3. Penyaluran Tepat Sasaran
Siswa penerima bantuan dipilih melalui pendataan dan verifikasi sehingga bantuan benar-benar diberikan kepada yang membutuhkan.
4. Pelibatan OSIS dan MPK
OSIS dan MPK berperan sebagai motor penggerak, mulai dari pengumpulan dana hingga penyaluran bantuan sosial.
Dampak Positif yang Sudah Terlihat
Sejak dijalankan, Sapoe Sarebu memberikan dampak nyata bagi warga sekolah, seperti:
-
Meningkatnya kepedulian dan empati siswa terhadap sesama.
-
Terbantu banyak siswa yang sebelumnya kesulitan dalam peralatan sekolah.
-
Terciptanya budaya sosial yang kuat dan mengakar.
-
Terbangunnya rasa kebersamaan dan solidaritas antar-warga sekolah.
Komitmen SMAN 1 Lohbener
Dengan berkembangnya Revolusi Karakter Sapoe Sarebu, SMAN 1 Lohbener terus berkomitmen menjadikan sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat membangun nilai kemanusiaan. Melalui gerakan sehari seribu, sekolah berharap mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati, peduli, dan berkarakter sosial yang kuat.
![]()
